Cecep Husni Mubarok

Sukseskan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013

Simulasi E-Voting Pertama Digelar di Pilkada Bantaeng

Published on: Saturday, 20 April 2013 // ,

simulasi pemungutan suara dengan sistem elektronik voting (e-voting)
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar simulasi pemungutan suara dengan sistem elektronik voting (e-voting) untuk tingkat kebapaten/kota. Simulasi pertama di Indonesia ini diterapkan di Pilkada Bantaeng, Sulsel, Rabu (17/4/2013).

Sebelumnya, pelaksanaan e-voting diterapkan dalam pemilihan kepala dusun di Jembrana, Bali pada 2009 lalu dan dalam pilkades di Boyolali, Jateng, Maret 2013 silam.

Dari 361 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilkada Bantaeng, hanya 42 TPS yang dijadikan tempat simulasi e-voting dengan asumsi sekitar 15 ribu dari 137 ribu wajib pilih. Usai mencoblos secara manual di bilik TPS, setiap wajib pilih diarahkan ke bilik e-voting yang sudah dilengkapi perangkat elektronik berupa layar touchscreen, printer mini untuk mencetak kertas audit dan terakhir kertas audit berisi barcode dan nama calon yang dipilih dimasukkan ke kotak audit.

Kepala Program Sistem Pemilu Elektronik BPPT, Andrari Grahitandaru mengatakan, penyelenggaraan sistem e-voting akan menghilangkan kecurangan-kecurangan dalam proses pemilihan karena setiap aktivitas pemungutan suara terekam secara sistemik.

"Setelah TPS ditutup, hasil pemungutan suara langsung tertabulasi dan dapat diketahui pemenangnya. Proses e-voting ini sendiri telah dibolehkan oleh Mahkamah Konstitusi dengan beberapa aspek yakni penyelenggara, masyarakat, teknologi, pembiayaan, legalitasnya dan lain-lain," jelas Andrari di TPS Kelurahan Letta, Bantaeng, .

Kepala Pilot Project E-Voting Unhas, Dwia Aries Tina, menambahkan simulasi di Pilkada Bantaeng akan membuktikan demokrasi berkualitas bisa tercipta di Indonesia. Tak ada intervensi dan menghemat anggaran pemungutan suara.

"Program ini merupakan bagian dari pengabdian Unhas pada masyarakat. Kami menginvestasikan sebesar 60 persen untuk sarana dan fasilitas e-voting, adapun 40 persen sisanya oleh BPPT. Mudah-mudahan setelah simulasi ini sistem Pemilu Elektronik bisa diterapkan di seluruh Indonesia," papar Dwia yang merupakan guru besar Ilmu Sosiologi Unhas.

Warga Bantaeng, Sari Bulang, mengakui proses e-voting lebih mudah dan cepat. Namun masih perlu disosialisasikan secara menyeluruh ke masyarakat.

Sementara Ketua Bawaslu Pusat, Muhammad yang turun langsung ke Bantaeng mengawasi proses simulasi, menyebutkan proses e-voting akan membawa masa depan berdemokrasi di Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan adanya kemudahan dan meminimalisir kecurangan, sehingga tingkat partisipasi politik semakin meningkat.

"Anggaran logistik bisa ditekan karena menggunakan teknologi berbiaya murah, harus didorong secara bersama-sama, agar cepat diterapkan di pemungutan suara berikut, setelah proyek E-KTP tuntas tentunya," ujar Muhammad saat ditemui detikcom di rumah jabatan bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.

Pilkada Bantaeng diikuti empat pasang calon, yakni Jabal Nur-Mansyur-Djonkeng, Nur Jaya-Idrus Hamjal, Nurdin Abdullah-Muhammad Yasin (petahana) dan Komisaris (purn) Rahmat Rahman-Imran Massualle.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/04/17/104608/2222407/10/simulasi-e-voting-pertama-di-indonesia-untuk-pilkada-digelar-di-bantaeng (diakses 20/04/2013, 11:30)


0 comments for "Simulasi E-Voting Pertama Digelar di Pilkada Bantaeng"

Leave Reply

Feed!

Download Desain

RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
RSS Feed!
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!
Feed!
Feed!