Breaking News
Loading...
Monday, 16 July 2012

Kedubes Korsel Kunjungi KPU-RI

Menyadari betapa pentingnya Indonesia dalam kehidupan berdemokrasi di dunia, Kedutaan Besar Korea Selatan (Korsel) di Indonesia melakukan kunjungan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (09/07). Tujuan kedatangan mereka di Kantor KPU adalah untuk mempelajari proses demokrasi di Indonesia, terutama dalam hal penyelenggaraan pemilu bagi pemilih di luar negeri.

Rombongan yang berjumlah tiga orang terdiri Minister/Deputy Chief of Mission (Wakil Duta Besar Korsel), Mr. Park Young-sik, Overseas Election Officer / Third Secretary and Vice Consul (Sekretaris III dan Wakil Konsulat), Mr. Seoul Tae-seon, dan seorang penerjemah bahasa Korea, diterima oleh Anggota KPU-RI, Drs. Hadar Nafis Gumay dan Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP., M.Si, serta pejabat Sekretariat Jenderal KPU-RI di ruang rapat lantai 1 Kantor KPU-RI.

Anggota KPU-RI, Drs. Hadar Nafis Gumay dalam sambutan awal pertemuan tersebut mengungkapkan proses tahapan yang sedang dilaksanakan oleh KPU-RI dalam mempersiapkan Pemilu 2014. “Proses tahapan pemilu di Indonesia ini akan dimulai dari pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) yang telah lolos registrasi oleh Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan yang telah lolos registrasi tersebut sebanyak 73 parpol,” papar Hadar Gumay. Dalam kesempatan tersebut, Hadar Gumay juga menunjukkan contoh surat suara Pemilu 2009 yang diikuti oleh 44 parpol, yang terdiri dari 38 parpol nasional dan 6 partai lokal Aceh.

Kemudian Overseas Election Officer / Third Secretary and Vice Consul (Sekretaris III dan Wakil Konsulat), Mr. Seoul Tae-seon mengungkapkan ketertarikannya dengan proses pemilu di Indonesia dan melihat perkembangan yang pesat kehidupan demokrasi di Indonesia. “Kami di Korsel itu ada sembilan komisioner KPU Korsel untuk bekerja selama 6 tahun dan ada Sekretaris Jenderal seperti di KPU Indonesia, sedangkan untuk mengurus pemilih di luar negeri kami mengirimkan 55 orang untuk bertugas di negara-negara lain, termasuk Indonesia,” papar Mr. Seoul Tae-seon.

Sedangkan Minister/Deputy Chief of Mission (Wakil Duta Besar Korsel), Mr. Park Young-sik menambahkan bahwa mereka sedang memasuki tahapan dalam mengurus pemilih berkewarganegaraan Korsel yang tinggal di luar negeri agar dapat berpartisipasi dalam pemilu Korsel. “Sejak tahun 1971, para pemilih di luar negeri sudah bisa ikut memilih dalam pemilu Korsel, untuk itu kedatangan kami disini juga dalam rangka mempelajari mekanisme yang digunakan oleh KPU Indonesia, terutama mengenai pemilih di luar negeri,” ujar Mr. Park Young-sik.

Anggota KPU-RI, Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP., M.Si dalam kesempatan tersebut menjelaskan adanya Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dalam perangkat penyelenggara pemilu di Indonesia, terutama dalam mengurus Warga Negara Indonesia (WNI) yang di luar negeri agar dapat berpartisipasi dalam pemilu. “PPLN itu berjumlah 5 orang disetiap negara, kecuali Kuala Lumpur dan Den Haag yang berjumlah 7 orang, dan sekarang kami sedang mempersiapkan koordinasi dengan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) yang diagendakan pertemuan di bulan Juli ini mengenai budget, personil, dan timeline, kemudian semua itu akan kami masukkan dalam Peraturan KPU,” papar Ferry Kurnia.

Sumber: kpu.go.id

0 comments :

Post a Comment

Back To Top