Breaking News
Loading...
Monday, 18 June 2012

DKPP Bisa Rekomendasikan Pemberhentian Ketua KPU & Bawaslu

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bisa merekomendasikan pemberhentian Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu. Rekomendasi pemberhentian bisa dikeluarkan jika Ketua KPU dan Bawaslu melanggar kode etik.

"Ketua KPU dan Bawaslu bisa kita berhentikan jika terbukti melanggar kode etik," kata Ketua DKPP, Jimly Asshiddiqie, dalam jumpa pers di di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2012).

DKPP, sambungnya, merupakan satu kesatuan dengan KPU dan Bawaslu. Sekretariat DKPP berada di Bawaslu. Karena diperkirakan akan ada banyak kasus, maka DKPP akan menggunakan insfrastruktur KPU, Bawaslu, dan jajarannya.

"Kita bukan untuk memboroskan uang negara, tapi sekarang kita lagi rumuskan mekanisme kerjanya agar independensi terjaga. Jadi kalau yang diduga melanggar itu KPU, maka penentunya Bawaslu, begitu juga sebaliknya. Kalau tidak nanti tidak mungkin kita bisa lakukan sendiri," ppar Jimly.

Cara kerja DKPP harus dirumuskan bisa saling menunjang dengan KPU dan Bawaslu demi kepercayaan pemilih. "Saya sendiri sebetulnya punya program internet lecture untuk sidang-sidang jarak jauh," imbuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

DKPP akan selalu berkampanye agar ada kesadaran mengenai etika. Sebab belakangan ini etika banyak dikesampingkan lantaran ketidakmampuan mempraktikkan kebebasan dengan tepat, karena itu ada kerusakan moral di mana-mana..

"Maka dari itu harus ada upaya besar dalam mengkampanyekan kesadarn beretika dan berpolitik. Jadi DKPP bisa berpartisipasi juga dalam fungsi pencegahan," ucap Jimly.

DKPP diisi oleh 7 orang. Mereka adalah Ida Budhiati dari unsur KPU, Nelson Simanjuntak dari unsur Bawaslu, Abdul Bari Azed dari unsur tokoh masyarakat, Valina Singka Subekti dari unsur tokoh masyarakat, Jimly Asshiddiqie dari unsur tokoh masyarakat, Saut Hamonangan Sirait dari unsur tokoh masyarakat, serta Nur Hidayat Sardini dari unsur masyarakat.

Sumber: detik.com

0 comments :

Post a Comment

Back To Top