Breaking News
Loading...
Monday, 21 May 2012

Tahan Air di Hari Air Sedunia

tahan air, cecep husni mubarok, Rakyat Cirebon
tahan air, cecep husni mubarok, kabar cirebon

Gambar diatas ialah tulisan saya yang pernah dimuat di koran Rakyat Cirebon serta Kabar Cirebon. Seperti biasa, berikut naskah asli yang saya kirimkan ke redaksi koran tersebut:


“TAHAN AIR!”

                     Manusia adalah “makhluk air”. Lebih dari 70% susunan tubuh keturunan Adam  mengandung air. Individu mana yang tidak butuh air. Seseorang bisa bertahan hidup lama tanpa makanan, tapi tidak demikian halnya jika tanpa air. Begitu pun dengan penghuni planet biru lainnya seperti hewan dan tumbuhan,  kehidupannya bergantung kepada air.
                   Saking vitalnya air dalam aktivitas kehidupan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil, mencanangkan Hari Air Dunia (HAD) untuk diperingati setiap tanggal 22 Maret. Tujuan perayaan HAD ialah sebagai upaya untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih, serta usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan (id.wikipedia.org).
                   Setiap tahunnya HAD mengkampanyekan tema khusus, tahun ini HAD bertemakan “Ketahanan Air dan Pangan”. Hal tersebut bertumpu pada krisisnya ketersediaan air bersih yang terjadi di berbagai tempat di bumi, yang berimbas pada resistensi pangan.
                   Tercatat, hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman (nytimes.com). Salah satu penyebabnya karena polusi atau pencemaran air yang disebabkan ulah manusia. Tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah yang dijadikan sumber bahan baku air minum, saat ini banyak yang telah terkontaminasi oleh limbah domestik atau rumah tangga dan industri.

WANPRESTASI CITARUM
                   Prestasi yang kurang membanggakan, Sungai Citarum sebagai sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat, dapat julukan sungai terkotor di dunia, bersanding dengan sungai yang terkenal di India, Sungai Gangga.
                   Bayangkan saja, setiap hari masyarakat di sekitaran sungai yang pernah berjaya pada dekade 1970-an ini, membuang 400 ton limbah ternak ke sungai tersebut. Sebanyak 25 ribu kubik sampah masyarakat ditampung di sana, ada 280 ton limbah pabrik setiap hari mengalir menuju Citarum. Padahal sungai yang membentang sepanjang 297 kilometer dari Gunung Wayang di bagian selatan Bandung hingga ke utara dan berakhir di Laut Jawa yang bermuara di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi ini, menjadi sumber bahan baku air bersih bagi sembilan kabupaten dan tiga kota di Jawa Barat, diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kota Bekasi (republika.co.id).
                   Bahkan pasokan air di sungai yang memiliki luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 6.614 kilometer persegi ini, semakin menipis. Selain disebabkan anomali cuaca akhir-akhir ini, yang berpengaruh pada rendahnya curah dan intensitas hujan di DAS, serta semakin diperparah oleh pencemaran disertai pendangkalan (sedimentasi) yang terus terjadi, tanpa adanya usaha penuntasan serta pencegahan yang serius agar tidak berdampak semakin buruk pada kemudian hari.
                   Hal diatas menjadi keprihatinan kita bersama. Jangan sampai lantaran rendahnya kepedulian kita saat ini, berefek semakin buruk pada generasi anak cucu kita, mereka semakin sukar mendapatkan air bersih karena ketersediaannya yang langka, bahkan dengan “Apel Malang” serta “Apel Washington” sekalipun  tak mampu menebusnya.

KEWAJIBAN BERSAMA
                   Permasalahan air bersih, bukan hanya menjadi beban pihak yang berwenang saja, tapi menjadi tanggung jawab kewajiban kita bersama. Sebagai “makhluk air” yang sangat bergantung kepada air untuk menunjang berbagai aktivitas kehidupan. Allah SWT berfirman : “Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (QS. An-Nahl 16:10). Maka, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Khalik, sudah sepatutnya kita harus menjaga ketersediaan air bersih, memelihara sumber-sumber air, serta lebih peduli terhadap lingkungan.
                   Dalam menuntaskan permasalahan krisis air, kita bisa menerapkan jargon 3M-nya Aa Gym, kita bisa mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil, serta mulai dari sekarang. Tahan diri! untuk tidak menghamburkan air. Tahan hal-hal yang menyebabkan kerusakan alam! “Tahan air” mulai dari saat ini! demi terciptanya ketersediaan air di masa mendatang. Selamat Hari Air Dunia!

0 comments :

Post a Comment

Back To Top