Breaking News
Loading...
Friday, 25 May 2012

Jarang Dididik, PNS RI Kalah dengan Singapura

PNS, Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia

Pemerintah mengakui, kelayakan atau kompetensi PNS di Indonesia saat ini sangat rendah terutama yang menduduki posisi fungsional. Karena PNS jarang mendapatkan pendidikan dan pelatihan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar dikutip dari situs Kementerian PAN, Kamis (24/5/2012).

"Mereka (PNS) tahu sedikit-sedikit, sedikit tahu, dan kalau diberi tugas hasilnya hanya sedikit. Hal itu tak lepas dari kenyataan bahwa PNS tersebut jarang mendapatkan pendidikan," sindir Azwar.

Dikatakan Azwar, tidak jarang yang sudah bekerja lebih dari 8 tahun, pendidikan yang didapat baru pra jabatan, yang memang wajib bagi CPNS yang akan diangkat menjadi PNS. "Sebagai perbandingan, PNS di Singapura mendapat pendidikan dan latihan dua minggu setiap tahun," kata Azwar.

Azwar mengatakan dirinya menyoroti besarnya anggaran perjalanan dinas yang tahun ini sekitar Rp 18 triliun. Namun masih banyak ditemukan adanya perjalanan dinas yang kurang efektif dan efisien.

Menurutnya saat ini permasalahan dari anggaran PNS saat ini adalah tidak seimbangnya biaya perjalanan dinas dibanding dengan biaya pendidikan PNS. Belum lagi banyak perjalanan dinas PNS yang fiktif.

Untuk itu, dalam dua tahun ini pemerintah menargetkan diklat (pendidikan dan pelatihan) sejuta PNS. Dalam pelaksanaannya, Azwar mendorong masing-masing instansi pemerintah serta pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana untuk diklat PNS.

"Jangan beralasan tidak ada dana, karena bukan itu alasannya. Tetapi selama ini kita kurang peduli dengan pendidikan PNS," tambahnya.(dnl/hen)

Sumber : detik.com 

0 comments :

Post a Comment

Back To Top